Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka Senin-Jum'at 07.00 s/d 20.00, Sabtu-Minggu 07.00 s/d 19.00
Toko Alat Kesehatan Mastha Medica Menyediakan berbagai macam alat kesehatan, diantaranya : strip cek, alat cek up, kolostomi bag, stetoskop, nebulizer, kursi roda, alat cauter, tongkat kruk, instrumen medis, timbangan, tensimeter, dll. Informasi selengkapnya, klik link berikut http://www.masthamedica.com/ Informasi lainnya, bisa buka link http://alatmediskesehatan.com Kami senang jika bisa melayani Anda Melayani Anda Layaknya Saudara
Beranda » Artikel & Tips Kesehatan » Yuk Kenali Jenis-Jenis Diabetes

Yuk Kenali Jenis-Jenis Diabetes

Diposting pada 1 November 2018 oleh mastha medica

 

Diabetes melitus, DM  yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein sebagai akibat dari:

  • defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya.
  • defisiensi transporter glukosa
  • atau keduanya.

Glukosa adalah bukan gula biasa yang umum tersedia di toko atau pasar. Glukosa adalah karbohidrat alamiah yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Yang banyak dijual adalah sukrosa dan ini sangat berbeda dengan glukosa. Konsentrasi tinggi dari glukosa dapat ditemukan pada minuman ringan (soft drink) dan buah-buah tertentu. Kadar gula darah hanya menyiratkan kadar glukosa darah dan tidak menyatakan kadar fruktosa, sukrosa, maltosa dan laktosa (banyak pada susu).Yang bukan glukosa akan diubah sebagian menjadi glukosa melalui proses yang bisa panjang tergantung jenisnya, karenanya mungkin tidak cepat menaikkan kadar gula darah. Buah selain memiliki glukosa juga memiliki fruktosa dengan komposisi yang berbeda-beda tergantung buahnya. Sukrosa termasuk cepat berubah menjadi glukosa, tetapi gula batu karena proses pembuatannya berbeda lebih baik dari gula pasir, sedangkan gula aren dan gula jawa jauh lebih baik bagi penderita diabetes.

Kadar glukosa pada darah dikendalikan oleh beberapa hormon. Hormon adalah zat kimia di dalam badan yang mengirimkan tanda pada sel-sel ke sel-sel lainya. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Ketika makan, pankreas membuat insulin untuk mengirimkan pesan pada sel-sel lainnya di tubuh. Insulin ini memerintahkan sel-sel untuk mengambil glukosa dari darah. Glukosa digunakan oleh sel-sel untuk pembuatan energi. Glukosa yang berlebih disimpan dalam sel-sel sebagai glikogen. Pada saat kadar gula darah mencapai tingkat rendah tertentu, sel-sel memecah glikogen menjadi glukosa untuk menciptakan energi.

Pada tahun 2013, Indonesia memiliki sekitar 8,5 juta penderita Diabetes yang merupakan jumlah ke-empat terbanyak di Asia dan nomor-7 di dunia. Dan pada tahun 2020, diperkirakan Indonesia akan memiliki 12 Juta penderita diabetes, karena yang mulai terkena diabetes semakin muda.

Masyarakat Indonesia sangat terbiasa mendengar istilah diabetes basah dan diabetes kering. Meskipun keduanya sama-sama ditujukan untuk penyakit diabetes, namun kebanyakan orang mengira bahwa kedua diabetes ini berbeda. Tahukah Anda bahwa istilah diabetes basah dan kering tidak ada di dalam dunia medis. Lalu, apa ada bedanya?

Sebenarnya, apa itu diabetes kering dan diabetes basah?

Istilah diabetes basah dan kering muncul karena perbedaan kondisi pada penderita yang mengalami diabetes melitus. Istilah lain yang juga sering digunakan dalam masyarakat adalah penyakit kencing manis dan penyakit gula yang sama-sama merujuk pada penyakit diabetes.

Perbedaan kondisi pada penderita diabetes disebabkan oleh perbedaan kadar gula dalam darah setiap penderita. Pada penderita diabetes yang memiliki kadar gula yang lebih rendah, saat ia mengalami luka luar, lukanya akan cepat sembuh dan kering. Kondisi ini disebut diabetes kering.

Bagi penderita yang memiliki kadar gula tinggi, saat ia mengalami luka, luka ini akan susah sembuh. Kondisi inilah yang disebut dengan diabetes basah.

Jika istilah diabetes basah dan kering tidak dikenal di dalam istilah medis, lalu apa istilah yang benar untuk membedakan penyakit diabetes? Dalam istilah medis, dikenal tiga jenis diabetes yaitu diabetes gestasional, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes basah dan kering merupakan istilah yang merujuk pada kondisi luka yang terjadi pada penderita diabetes. Diabetes kering memiliki luka yang berbentuk kering. Sedangkan diabetes basah memiliki luka berbentuk basah, karena biasanya ada nanah di atas luka.

Perbedaan diabetes basah dan diabetes kering

Diabetes kering

Pada diabetes kering, luka terjadi karena adanya kerusakan pembuluh darah akibat hiperglikemia berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan sirkulasi darah terganggu dan luka menjadi sulit sembuh.

Sirkulasi darah yang terganggu ikut menghambat oksigen dan nutrisi ke jaringan sekitar luka, sehingga luka tidak cepat sembuh bahkan bisa menyebabkan jaringan di sekitar luka mati.

Penderita diabetes kering, cenderung memiliki tubuh yang semakin kurus. Tubuh penderita diabetes kering, menggunakan lemak sebagai pengganti tenaga. Hal ini disebabkan karena hormon insulin sudah tidak bisa mencegah glukosa menjadi tenaga. Kondisi inilah yang disebut dengan istilah diabetes kering oleh kebanyakan orang.

Diabetes basah

Diabetes basah merupakan kelanjutan diabetes kering dan merujuk pada penyakit diabetes tipe 2 yang masuk ke tahapan lanjutan. Kondisinya tidak jauh berbeda, yang membedakan adalah kadar glukosa yang berada di dalam darah yang jauh lebih tinggi pada penderita diabetes basah dibandingkan diabetes kering.

Diabetes basah juga banyak diderita oleh kalangan lanjut usia, dengan berat badan yang berlebih. Kadar gula yang tinggi merupakan penyebab luka sulit sembuh. Adanya infeksi berawal dari luka yang diakibatkan oleh bakteri clostridium perfringens atau bacillus fusiformis. Infeksi bisa terjadi pada jaringan kulit, saraf, dan jaringan otot.

Secara alami, infeksi sering timbul pada daerah yang lembab seperti mulut, usus, paru-paru, serviks, dan juga vulva. Namun, infeksi yang paling umum lebih sering terjadi pada daerah kaki.

Jika penderita diabetes basah memiliki luka, maka luka tersebut akan susah sekali mengering dan cenderung memburuk dari waktu ke waktu.

Hal ini terjadi karena adanya bakteri yang hinggap pada luka dan akhirnya berkembang biak sehingga infeksi justru semakin parah. Jika dibiarkan, keadaan ini bisa berujung pada luka yang membusuk sehingga bagian tersebut harus diamputasi.

Produk Terkait :

Jual Alat Tes Gula Darah Asam Urat Kolesterol Nesco 3in1 Gcu

Jual Freestyle Optium Alat Tes Gula Darah

Jual Paket Alat Cek Up dan Strip Tes Gula Darah On Call Plus

Refill Isi Ulang Strip Blood Glukosa Gula darah On Call Plus

Bagikan informasi tentang Yuk Kenali Jenis-Jenis Diabetes kepada teman atau kerabat Anda.

Yuk Kenali Jenis-Jenis Diabetes | Mastha Medica

Belum ada komentar untuk Yuk Kenali Jenis-Jenis Diabetes

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
SIDEBAR
})